Horok!?

Sharing the Tea

Malapetaka Ujian Praktek

Malapetaka Ujian Praktek

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Nuwun! sagungin para rawuh sedaya ingkang satuhu kinabekten...

Begitulah kalimat awal pidato bahasa jawa yang saya baca guna mengikuti ujian praktek bahasa jawa. Ujian praktek bahasa jawa ini bagi saya merupakan salah satu dari sekian banyak ujian praktek yang menyiksa (semuanya menyiksa), menyiksa bukan karena saya nggak bisa bahasa jawa tetapi menyiksa karena ancang-ancang saya dalam menyongsong ujian praktek yang bagaikan kapal pecah.

Naskah pidato tersebut saya hafalkan tepat 1 hari sebelum tampil, bagi yang memorinya masih longgar dan memiliki RAM besar sih bukan masalah tapi lain halnya bagi orang bermemori besar tapi udah penuh (penuh virus pula) seperti saya ini merupakan suatu malapetaka besar! Seharian penuh saya hafalkan hingga saya bela-belain buat tidur mulai jam 1 malam dan bangun jam 4 pagi.

Hasilnya sih saya memang hafal tapi cepat banget tuh ilangnya dari memori saya, entah kenapa kalo saya tinggal buat mikirin hal lain dalam waktu yang tidak terlalu lama maka naskah pidato yang sudah saya paste di otak saya tiba-tiba hilang bahkan semakin saya coba buat mengingat maka semakin hilang tuh naskah pidato.

Hari itu adalah hari Jum'at dan karena ujiannya dilakukan setelah sholat jum'at jadi saya milih sholat jum'at di masjid dekat sekolah supaya gak repot bolak-balik. Saya sempat bicara dengan teman saya yang senasib dengan saya (sama-sama gak hafal-hafal), saya bilang sama dia kalau pas jum'atan rileks aja supaya otaknya nge-refresh dan pikiran gak penting bisa hilang jadinya pidato tersebut mudah diingat, dianya ngejawab sambil bercanda kalo nanti bukan cuma pikiran gak penting yang hilang tapi juga hafalan naskah pidatonya juga ikutan hilang. Awalnya sih saya nggak terlalu peduli tapi pas selesai wudhu saya jadi kepikiran gimana kalau itu bener-bener terjadi.

Habis jum'atan saya masih bisa santai dan mulai memanggil bala bantuan buat makein saya beskap. Ada kejadian nggateli (menyebalkan) nih saat saya jarikan (memakai selendang) dikarenakan badan saya 11 12 dengan badan Jokowi maka jarik yang saya pakai itu kelonggaran, awalnya sih nyoba dipenitini tapi ternyata penitinya gak tedas (kuat) karena terpaksa maka ide koplak saya muncul. Saya cari penjepit rambut milik temen cewek dan ketemulah penjepit bermodel hallo kitty yang langsung saya pake buat ngejepit jarik.

Malu? Ya jelas aja lah lur saya malu, tapi karena udah kepepet ya mau gak mau ya harus mau. Apalagi malapetaka selanjutnya datang dengan tak terduga, tiba-tiba teman saya yang bernomor absen 1 memanggil absen 2 buat tampil. Yap! ujian praktek udah dimulai dan saya yang berabsen 4 jadi panik total, teman-teman yang lagi ndandani saya, saya suruh buat cepat-cepat menyelesaikan dandanan saya (gak tau diri :D). Saking paniknya sampai-sampai ketika saya mencoba memparaktekan pidato saya jadi lupa tapi untungnya setelah saya mengendalikan diri saya jadi ingat lagi.

Tibalah saatnya saya buat tampil, kalimat salam berhasil saya lantunkan, kalimat pertama berhasil saya tuturkan, paragraf pertama berhasil saya selesaikan dan malapetaka selanjutnyapun terjadi. Apa yang saya khawatirkan benar-benar terjadi, saya lupa total!!! Otak saya bagaikan terformat, semakin saya ingat semakin saya lupa dan sejauh saya mengingat yang keluar dibenak justru cuplikan film biologi #horok. Untunglah guru yang baik hati membantu saya mengingat dan 2 paragraf isi sukses saya tuturkan dengan terbeton-beton (terbata-bata terlalu mainstrim) karena saya sudah tidak kuat dengan semua penampakan maka saya melambaikan tangan kepada kamera dan keluar dengan muka pucat.

Hidup saya saat itu benar-benar nyesek, bayang-bayang remidi selalu mengikuti saya. Waktu 1,5 jam menunggu pengumuman nilai bagaikan 1 abad. Saya mencoba tenang dan mulai menghafal dan hasilnya? Nihil! Saya semakin nggak hafal hingga akhirnya saya pasrah menunggu hidayahnya... RIP...

sik dak ambekan sik, kesel mangsane nulis akeh'e semono
Sebentar saya bernafas dulu, lelah nulis banyaknya segitu

Yap hmmm sampai dimana tadi, ah seperti yang saya bilang makhluk buruk rupa bernama remidi itu terus mengikuti saya. Tapi untungnya saya tidak sendirian teman saya yang seorang anak guru BK pun juga merasakan hal yang sama bahkan lebih parah, cos dia cuman masuk ngucapin salam dan keluar #ngahahaha XD #tertawa penuh kemenangan. Disaat saya telah putus asa, teman-teman saya justru bermain PES dan berfoto-foto ria, sebenarnya sih saya kepingin gabung tapi karena dilanda keterbelakangan mental niat narsis nan eksis saya kurung kuat-kuat apalagi saat itu saya udah ganti baju karena beskap yang saya pakai merupakan beskap 1 untuk berempat #pengiritan.

Hampir semuanya telah maju, jadi saya mulai bergegas mencari beskap nganggur buat jaga-jaga kalau remidi betulan. Belum juga selesai memakai jarik tiba-tiba teman saya muncul bahwa siapa saja yang remidi telah diumumkan. Alhasil sayapun panik sepanik paniknya orang panik, mode suara saya ganti jadi mode toa masjid dan sayapun ngomel gak jelas supaya ada seseorang yang mau membantu saya memakai beskap (maklum orang panik lur -,-).

Baru juga selesai jarikan tiba-tiba kabar mengejutkan datang dari teman saya, dia bilang bahwa saya ternyata tidak remidi dan mendapat nilai 81. Rasa bahagia tak kuasa saya bendung, saya mencak-mencak sejadi-jadinya. Bayangkan saja orang dengan tubuh yang hanya terdiri dari tulang saja, memakai jarik dan hanya memakai kaus dalam, loncat-loncat di dalam kelas! Merasa tak percaya sayapun keluar untuk melihatnya sendiri, meskipun di luar ada adik kelas yang sedang pramuka, meskipun di luar ada teman saya yang sedang pacaran! Saya tidak peduli, saya tetap melangkah bak orang gila. Tapi untungnya sesampainya di depan pintu ruangan praktek nalar saya kembali muncul, bergegas saya kembali dan memakai pakaian yang layak.

Setelah memaka baju bergegas saya tuk melihat nilai saya dan benar saja ternyata nilai saya berada di atas KKM :). Yah dari pengalaman saya ini saya mendapatkan beberapa hikmah di antaranya jangan pernah midodareni atau melakukan sesuatu secara mendadan tanpa ada suatu persiapan dan apabila kita berada pada situasi yang tertekan jangan merasa panik karena apabila kita panik otak kita tidak dapat berpikir secara nalar :|.

Cekap semanten pidato kula.
Akhirulkalam, bilahit taufik wah hidayah.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Matur Nuwun!!!

Makhluk Abadi Berumur Unlimited

Seperti yang kita ketahui waktu terus berjalan tak pernah berhenti dan siklus hidup kita pun juga ikut berjalan hingga batas akhir, mulai dari lahir sebagai bayi tumbuh dewasa menjadi tua dan kemudian mati. Tapi tahu tidak sedulur semua, bahwa di dunia ini ada 1 makhluk yang siklus hidupnya muser terus kaya komidi putar.

Siklusnya itu dia lahir jadi bayi terus tumbuh jadi tua tapi kemudian nggak mati melainkan jadi bayi lagi! (horok!? ra modyar-modyar no nek ngono!?) Jadi dapat dikatakan bahwa umurnya itu unlimited / abadi dan hanya bisa mati kalau kena penyakit atau dibunuh.

hewan abadi

Kelebihan pancen unik ini dimiliki oleh makhluk dari spesies ubur-ubur yang disebut ubur-ubur immortal atau nama ribetnya Turritopsis Nutricula. Fauna ini diyakini berasal dari laut Karibia, akan tetapi sekarang sudah menyebar hampir di seluruh penjuru dunia.

Si TuN (Turritopsis Nutricula) sendiri memiliki bentuk mirip seperti lonceng. Diameter tubuhnya mencapai 4,5 mm dengan tinggi yang 11 12 dengan diameternya. Si TuN memiliki perut yang cukup besar dengan warna merah terang. Si TuN yang masih kecil hanya memiliki 8 tentakel tetapi saat dewasa jumlahnya bertambah 10 kali lipat menjadi 80 tentakel #horok.

Si TuN sendiri gemar memakan plankton. Meski berukuran mini hewan ini telah sukses merubah susunan ekosistem di lautan. Dengan ajian awet mudanya saat ini si TuN diperkirakan memiliki populasi hingga ratusan juga ekor. Dengan jumlah yang membludak tersebut hewan ini merupakan ancaman kelas kakap (atau mungkin ubur-ubur) bagi sesama pemakan plankton.

Rahasia awet muda hewan ini adalah karena hewan ini melakukan proses pengembangan sel yang disebut proses transdiferensiasi, yaitu proses dimana sel yang lama atau mati disulap menjadi sel yang baru. Transdiferensiasi dimulai ditandai dengan rusaknya tentakel dan permukaan kulit. Proses ini terus berulang sehingga membuat si TuN selalu kembali ke fase polip (fase muda dalam dunia perubur-uburan).

Setelah aku pikir-pikir nih ya lur mungkinkah ketika teknologi sudah benar-benar maju kelak, si TuN ini bakal jadi bahan utama produk kecantikan o.O!? Jika memang begitu mungkinkah si TuN yang saat ini jumlahnya membludak kelak akan dilabeli barang langka? Untuk melihat jawabannya mari kita pantau dunia kita O.O Matur nuwun!...