Horok!?

Sharing the Tea

Belanda Takut Sumpit

Pernah gak sob kepikiran kenapa di Kalimantan jarang ditemukan peninggalan Belanda -aku yakin gak ada yang kepikiran, SAMA!-. Setelah ditelusur penyebab jarangnya terdapat tilas Belanda di Kalimantan adalah karena Belanda takut sumpit (Belanda takut sunat!? bukan itu supit!) sumpit yang aku maksud bukan sumpit buat makan mie ayam apalagi supit / sunat tapi senjata tradisional milik suku Dayak.

sumpit dayak

Sebenarnya tak mengherankan apabila Belanda yang sudah hi-tech pada masanya takut dengan senjata suku Dayak yang hanya terbuat dari bambu. Pasalnya anak sumpit yang digunakan oleh suku Dayak sudah dilumuri dengan racun yang terbuat dari getah pohon ipuh atau pohon iren.

Selain itu para prajurit Belanda juga sering bilang bahwa berperang dengan suku Dayak itu ibarat bertarung dengan hantu. Penguasaan medan perang berupa hutan rimba yang bagus serta senjata beracun yang dimiliki suku Dayak membuat mereka tak terkalahkan. Dalam kesenyapan anak sumpit / damek mereka lepaskan dan tanpa disadari satu persatu prajurit Belanda co.id seketika.

Timah panas bukanlah tandingan sumpit beracun. Jika ada prajurit suku Dayak yang tertembak apalagi pada bagian yang tidak vital, peluru tersebut dapat dikeluarkan dan beberapa hari kemudian korban bisa ikut berpartisipasi dalam perang lagi. Beda halnya apabila prajurit Belanda terkena sumpit beracun mboten sah pada bagian yang vital pada sembarang bagianpun dalam waktu 5 menit mereka akan klepek-klepek dan kemudian co.id.

Tak hanya di medan perang sumpit beracun juga maknyus apabila digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar sekelas kijang, biawak, dan celeng dapat bernasib sama dengan para serdadu Belanda. Tetapi uniknya apabila hewan buruan yang terkena sumpit beracun dimakan maka orang yang memakannya tidak akan keracunan, hanya saja bagian yang tertusuk sumpit harus dihilangkan karena rasanya pahit.

Selain itu ada satu keunikan yang terjadi dengan para korban senjata sumpit beracun. Baik hewan maupun manusia biasanya sebelum mereka mati meraka akan kejang-kejang sambil mengeluarkan air kencing dan kotoran dalam tubuh terlebih dahulu o.O!? SADIS!!?

Hmmm aku benar-benar gak habis pikir nih sob, korban anak panah co.id klepek-klepek dengan cara yang sadis tapi kenapa orang yang memakan korban gak ikutan mati klepek-klepek bahkan semisal bagian yang tertusuk sumpitpun tetap aman dimakan -walau rasanya pahit :P-. Yah mungkin itu sudah takdir yang diberikan Tuhan kepada sumpit kali yak kalo begitu matur nuwun aja buat yang udah baca. Sekali lagi matur nuwun...

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Horok / Nusantara dengan judul Belanda Takut Sumpit. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://horok-sakarepku.blogspot.com/2013/01/belanda-takut-sumpit_30.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Unknown - Rabu, 30 Januari 2013

6 komentar untuk "Belanda Takut Sumpit"

  1. Emang jarang skali peninggalan belanda ditemukan di kalimantan. . ^_^

    BalasHapus
  2. Sebenarnya bukan hanya sumpit yang ditakuti oleh belanda, namun juga ilmu gaib jaman dahulu. Karena hal itu, setiap pertempuran dengan Dayak baik yang terekam (sejarah) maupun yang tak terekam/tercatat...pihak belanda selalu kalah. hal inilah yang menyebabkan banyak tangsi belanda yang dipedalaman ditinggalkan. otomatis belanda hanya dapat bercokol dipesisir. akibatnya orang melayu dan tionghoa yang banyak menjadi korbannya. bermaksud agar "kegaiban" Dayak menghilang, maka pemerintah belanda di kalimantan lalu mendatangkan para penginjil dan pastor-pastor dari eropa untuk mengkristenkan orang Dayak agar menjauhi "segala macam ilmu gaib". tidak hanya meneybarkan agama orang belanda juga banyak membangun sekolah dan rumah sakit setaraf "jaman dulu" melalui para penginjil.

    BalasHapus